Fulham, London.
Jam 21:43
Malam itu begitu dingin di sana. Riuh penonton yang hadir mulai surut dari pendengaran. Langkah kaki Di Matteo mulai menyusuri sebuah ruangan di Stadion Stamford Bridge. Langkah itu diisi dengan tundukan kepala dan ritme yang pelan, sepelan alunan lagu Claire De Lune. Akhirnya, dia tiba di depan ruang bertuliskan "Owner Room".
DM: Roberto Di Matteo
RA: Roman Abramovich
DM: *ketuk pintu*
RA: *kaget* *beresin tissue* "Ya, masuk."
DM: "Aduh, maaf kalau saya ganggu nih."
RA: "Ya mau gimana lagi. Mata saya udah bengkak menangisi kekalahan ini."
DM: "Bapak tadi manggil saya?"
RA: "Iya, saya lagi pengen pijet nih. Tolong ya bagian betis agak kaku."
DM: .....
RA: "Ah kamu masih kaku aja kayak triplek. Saya cuma becanda."
DM: "Saya lagi ga bisa becanda, Pak."
RA: "Lah itu muka senyum terus dari dulu? Awas gigi kering kebanyakan senyum."
DM: ....
RA: "Oh ya, saya memang memanggil kamu tadi. Ada hal yang ingin saya bicarakan."
DM: "Soal karir saya kah?"
RA: "Bukan, soal botol vodka. Ya soal karir kamu lah di Chelsea. Kamu tahu salah kamu apa?"
DM: "Saya gagal membawa Chelsea ke babak knockout Champions League."
RA: "Kamu udah kalah dari Sir Fergie Simelekete itu dan West Brom. Kamu juga gagal menumbuhkan rambut dari dulu, bikin saya tambah kesel dan pingin jitak ndasmu."
DM: "Maafkan saya, Pak."
RA: "Kalau maaf berguna, buat apa ada polisi?"
DM: "I..Itu kan kata-kata Tau Ming Tse, Pak."
RA: "Lumayan nge-trend dulu Meteor Garden di Russia. Eh btw, kamu tau intinya pembicaraan ini apa?"
DM: "Saya salah dan bertanggung jawab atas kegagalan Chelsea ini."
RA: "Nah itu kamu sadar. Kamu sih nggak mainin Torres dari awal."
DM: "Saya pikir dia akan melempem lagi seperti kerupuk basi, Pak."
RA: "Kamu pikir saya beli 50 juta Euro cuma buat beli kerupuk? Gundulmu!"
DM: "Aduh maafkan saya, Pak. Torres bukan sekedar kerupuk."
RA: "Ah kebanyakan maaf kamu. Kalo di Russia, kamu udah jadi tutup botol vodka kalo gini terus."
DM: "Ampun, Pak. Saya siap menerima konsekuensi apapun."
RA: "Konsekuensinya: KAMU DIPECAT."
DM: "Ciyus?"
RA: "YA TUHAN! SAYA CINCANG JUGA KAMU!"
DM: "Ampun...ampuuun."
RA: "Saya udah nelpon juru masak dari Spanyol bertubuh gempal yang dulunya sempat kerja di kota Valencia, di kota Liverpool, dan di kota Milan buat gantiin kamu."
DM: "Apa? Buat apa, Pak?"
RA: "Buat ngasah pisau dapur pake gundulmu!"
DM: "AAAAAH!" *kabur*
RA: "HAHAHAHA! Aku adalah jin dari timur tengah. Eh, itu kan kata-kata di sinetron Jin dan Jun. Aku adalah raja minyak dari Medan. Eh, itu juga kata-kata di sinetron Gerhana. AKU ADALAH PEMECAT MANAJER DARI RUSIA. HAHAHAHA!"
Di Matteo kemudian beranjak pergi dari Stamford Bridge. Tak ada lagi senyuman ala Dr. Evil kala itu di stadion kebanggaan Chelsea itu dan akan tergantikan oleh tubuh gempal yang akan menjadi komando di sisi lapangan Chelsea.
