Kontributor: Awan Haryo Pamungkas (@awanpamungkas)
Dua juara liga masing-masing
kontinen bertemu yaitu Manchester City dan Real Madrid yang diadakan di Etihad
Stadium. Untuk Madrid hanya membutuh kan hasil seri agar mengamankan tiket
masuk ke fase selanjutnya, dan City? Kudu menang. Tapi apa mau dikata, nasi
sudah menjadi bubur, hasil seri 1(Benzema) – 1(Aguero) yang diperoleh harus
dimakan City dan harus ikhlas kaga lolos fase selanjutnya. 90 + 5 menit
merupakan pertandingan yang cukup menarik untuk dibahas, ayo kita simak dari
sudut susunan pemain kedua team, permainan, serta ‘ulah’ wasit yang minta
digigit.
Menghadapi Madrid, City memasang
Dzeko sebagai ujung tombak penyerangan. Entah apa yang dipikirkan Mancini. Dia
seharusnya tau bahwa komunikasi antar bek-khususnya Pepe dan Ramos-tidak
terlalu baik dalam clearence. Kedua
bek tersebut tidak jarang untuk menahan bola (dibanding langsung tendang jauh)
gocek dikit, lalu short pass, dan kemampuan short pass kedua bocah tersebut asem.
Sering kali gagal atau tidak 100% akurat. Disini sebenarnya peluang terjadi,
dibutuhkan striker dengan kecepatan dan kemampuan penjelajah lapangan, Tevez
dari awal. Sementara itu Aguero menjadi SS, dia bahkan lebih seringkali mengisi
posisi Dzeko.
Peluang City terbuka pada
menit-menit pertama pertandingan dengan as
i said berkat kedua bocah yang itu. Tapi membaiknya kondisi Coentrao sangat
positif bagi pertahanan Madrid, dan ia juga bermain cukup baik, bertahan, maju
kedepan, mundur kebelakang, belok kekanan, belok kekiri, dst.
Dilain sisi, Ronaldo dijaga ketat
oleh Zabaleta yang mengantongi satu kartu kuning (padahal bukan wasit, tapi dia
ngantongin) membuat pergerakan Ronaldo menjadi.....normal. Zabaleta gabisa jaga
doi rupanya hahaha (makanya dapet kartu kuning).
Ayo kita serius....
Pergerakan Ronaldo cukup
terhambat, beberapa attempt harus ia
buat sendiri dibanding mendapat supply bola dari kawan. Sama halnya dengan
Silva, sepertinya Mou melakukan double team terhadapnya dan efektif.
Ayo kita bahas yang lain....,
karena topik sebelumnya udah ga serius.
WASIT KALI INI KATRO, KENAPA?
KARENA RAMBUTNYA BELAH PINGGIR.
Bukan...., bukan itu.
Wasit udah kaya SI BUTA DARI GOA
HANTU.............BEGO!
Total 6 kartu kuning, 1 kartu
merah(Arbeloa). Beberapa (yang seharusnya)foul jatuh tepat didepan mata, tidak
digubris. Ini berbicara tentang kelima wasit pertandingan, bukan satu orang,
bukan Howard Webb.
Keputusan-keputusan GIANLUCA
ROCCHI merugikan kedua team. Yang Ronaldo didorong lah, dua kali didorong,
22nya kaga dapet foul. Aneh lagi si Di maria, colek dikit jatoh, dapet foul,
gimana City kaga gedeg. Dan masih banyak keputusan-keputusan wasit yang UNYU
(UANYING LU) lainnya.
Menjelang akhir permainan, wasit
terlihat memihak sebelah, lebih condong ke City , terlihat ia bertukar kaos
dengan Aguero. Kematangan para pemain City menghadapi
luar liga juga kurang. Beberapa pemain seperti Silva, Nasri, Aguero terpaksa
mengeluarkan skill individu karena pergerakan mereka terhenti, dan pola
penyerangan menemui titik buntu. Kesimpulannya, City coba lagi tahun depan,
ubah gaya permainan yang disesuaikan dengan team yang akan dihadapi. Berbeda
jika menghadapi team-team EPL, City bisa memakain satu formasi-gampangnya. Beda halnya dengan tingkat UCL.