Jika Anda penyuka jual beli online
terutama di situs semacam Kaskus, Anda pasti melihat seorang penjual atau
pembeli dari pangkat/tingkat reputasinya. Apakah dia masih newbie atau sudah jadi orang yang terpercaya sebenarnya bisa dengan
mudah dilihat jika Anda memang tak sedang mabuk. Sayangnya, Manchester United
sebagai korporasi klub sepakbola ternama di dunia berlagak seperti anak kemarin
sore di jendela transfer musim panas tahun ini.
Bagaimana tidak? United terlalu bodoh dalam bertransaksi dari detik
jendela transfer dibuka hingga ditutup. Ekspektasi besar ketika David Moyes
datang dan nampaknya perlu menambah pasokan kekuatan tim karena banyak
kehilangan sosok di dalam tim. Selepas Sir Alex Ferguson keluar dari
singgasananya, fans United memang berharap penuh pada David Moyes untuk
melakukan permak dalam tubuh tim. Ed Woodward yang datang menggantikan David
Gill yang memilih untuk berkiprah di FA, menumpu harapan banyak fans United.
Namun, harapan-harapan itu hanya berserakan tak beraturan. Hampir
selama 3 bulan sejak dibuka, United hanya bercumbu rayu dengan beberapa pemain
tanpa melakukan pergerakan yang signifikan. Nama-nama seperti Cesc Fabregas dan
Thiago Alcantara adalah contoh bahwa
United senang menebar rayuan gombal. Saat United melakukan tur di Australia, Ed
Woodward kembali ke Eropa untuk melakukan pendekatan dengan pemain baru. Apa
yang terjadi? Tak ada pemain yang berhasil dijaring. Barangkali Ed Woodward
hanya bersantai di pantai Nice sambil memakan salad Caesar selama itu dan
mempertontonkan pusar di perutnya.
Setelah itu, Moyes tampak tak bisa pindah ke lain hati dari Everton
sehingga masih membutuhkan isinya ke dalam United. Marouane Fellaini dan
Leighton Baines nampak menjadi incaran yang tepat. Yang bodoh dari United?
Tawaran mereka untuk kedua pemain itu yang nampak seperti tawaran ibu-ibu di
Pasar Baru yang terlalu tak masuk akal. 28 juta Euro seakan cukup untuk melego
kedua pemain itu bagi United dan Everton membalasnya dengan pernyataan bahwa
tawaran itu cukup menghina. Ed Woodward masih mabuk laut akibat terlalu banyak
memancing di pantai Nice nampaknya. Usaha kedua seharga 40 juta Euro pun masih
dimentahkan Roberto Martinez.
Cerita kemudian mendadak gempar ketika Ander Herrera dari Athletic
Bilbao kemudian masuk ke dalam daftar pemain incaran United. Semakin dekat pada
penutupan jendela transfer, semakin kencang isu yang beredar. Fans-fans United
yang terlalu lama geram akan pasifnya United di bursa transfer mulai merasakan
secercah cahaya karena Herrera jelas berpeluang masuk karena posisi bermainnya
cocok di United yang berkrisis di gelandang bertahan.
Di hari terakhir bursa transfer, Herrera nampak begitu dekat dengan
United. Dengan Ozil tiba di Arsenal, terdengar raungan fans-fans United yang
iri dan ingin United membeli seseorang yang hebat. Siapapun yang penting hebat
bahkan Eric Djemba-Djemba sekalipun. Namun, apa dinyana. United gagal menggaet
Ander Herrera yang terkendala dengan pajak dan gaji yang kurang pas. Setelah
terusut, masalah gagalnya transfer Herrera karena ada pihak penipu yang mencoba
menjadi penyambung lidah United dengan Bilbao. Tolol.
Detik-detik akhir jelang penutupan jendela transfer, Fellaini tiba-tiba
menjadi headline berbagai media untuk berseragam United musim ini. Berita
simpang siur pun hadir ditambah dengan kabar bahwa Fabio Contreao akan
dipinjamkan Real Madrid semusim ke United. Akhirnya, Everton mengkonfirmasi
Fellaini akan pergi ke Manchester United. Ada suara lenguhan nafas lega dari
fans United di seluruh penjuru dunia yang sudah cukup geram. Namun, bagaimana
dengan nasib Fabio Contreao? Ternyata, transfer Contreo gagal. Alasannya karena
faksimili berkas transfer Contreao gagal tiba tepat waktu. Tolol kuadrat.
Jelas, Fellaini adalah pemain yang tidak mubazir dibeli. Sudah lama
semenjak Roy Keane pergi, tak ada gelandang yang kuat untuk membantu
penyerangan dan pertahanan. Fellaini rasanya bisa memberi kenyamanan di lini
tengah. Namun, Fellaini seharusnya bisa datang lebih murah dengan total mahar
23 juta Pounds, lebih murah 4.5 juta Pounds dari nilai transfernya. Bayangkan
berapa banyak shampoo yang bisa dibelikan dengan sisa uang sebanyak itu untuk
perawatan rambut Fellaini yang terlihat cukup mahal.
Kesimpulan tulisan ini sebenarnya adalah mencerca bagaimana transfer
United sangat hancur sehancur-hancurnya seperti doa Arya Wiguna kepada Eyang
Subur. David Moyes dan Ed Woodward memang masih hijau di Old Trafford, tapi
interaksi United di bursa transfer kali ini terlihat kikuk dan cenderung tak
berotak. Terlalu bodoh jika akhir musim ini United gagal juara dan beralasan
transfer United yang tak efektif. Alasan ini sama basinya seperti Newbie FJB
yang mencoba menipu pembeli kawakan. Tolol pangkat tiga.