28 Oct 2012

Milan oh Milan…

6 kali kalah, 2 kali seri, 4 kali menang (total 9 pertandingan Serie A dan 3 UCL ) bukan lah sesuatu yang bisa dibanggakan dari sebuah klub besar,  AC Milan.. Sebagai Milanista, saya Cuma bisa mengurut dada melihat Juventus Berdiri kokoh dipuncak klasemen, ditambah kalah melawan Inter Merda , Lazio, dan Malaga (terburuk dari 10 tahun terakhir ) bikin saya sedih, ngga nafsu makan, ngga nafsu ngomongin bola..
Sejak ditinggal Pirlo, Seedorf, Gattuso, Nesta, Inzaghi, Zambrotta dan dijualnya Ibra-Thiago Silva, “the New Milan” belum banyak berbicara, rekor 6 kali kalah dari 12 pertandingan ( 50% kalah ) itu rekor yang memalukan buat Milan.

.. We did lost all the stars, especially Ibra-thiago, but its not the “Stars” that matters, it was them, the Senators, something that anyclub can’t buy with money..

Kita kehilangan sosok Gattuso-Seedorf-Inzaghi, para senior yang dihormati oleh seluruh tim. Loh kan ada ambrosini? Tapi sampai sekarang, belum keliatan tuh sosok kaptennya. Terakhir kali Milan punya kapten itu menurut saya ya The Great Paolo , abis itu belum ada sosok-figur pemimpin yang karismatik yang bisa mimpin Milan.. tapi apapun yang terjadi saya berharap supaya sosok itu datang kembali, entah itu dari Ambrosini ataupun Abbiati, ataupun dari Manager Milan Nantinya

.. There’s something wrong with allegri and his strategy, method, and influence on the team..                             
                                                                                                                             
Saya bikin perpoin aja ya:

·         Allegri berhasil menang scudetto 2 taun lalu. yang harus kita cermatin, kunci strategi allegri adalah Mark Van Bommel, setiap dia cedera, Milan berantakan.. paruh musim  2 2010/2011, Milan begitu dominan dari inter, dan itu ya efek dari datengnya MVB, paruh musim 2 2011/2012 Milan mulai turun dan MVB mulai sering absen atau ngga fit ... Saya sendiri bingung kenapa MVB bisa jadi sosok penting di 4-3-3nya allegri, but as it happened befor, it wont work out with anyone else but MVB, not De Jong not even Ambrosini or Nocerino. Bukan maksudnya bilang bahwa MVB itu satunya yang berperan di Milan, tapi tipe Deep Playmaker cem Pirlo, atau Breaker yang kaya gattuso pun ga mempan.. bener-bener Jangkar murni yang jadi penyambung lini belakang-tengah cem MVB dan Hanya MVB yang bisa.

·        Allegri terkenal “unik” dalam mengubah posisi pemain, contoh Urby Emanuelson yang jelas-jelas Wing Back kiri dan dibeli buat nyeimbangin Abate sbg Wing Back Kanan malah somehow jadi Pemain tengah ato trequartista. Ato Boateng yang belakangan gak cocok di posisi trequartista malah di push buat trequartista. Masih mending Montolivo yang jadi Trequartista.

·        Menurut kacamata saya, sebagai milanisti dan pengamat, saya tau bener, kalo komposisi pemain sekarang itu ngga butut-butut amat..

1
Goalkeeper
14
Midfielder
32
Goalkeeper
15
Midfielder
59
Goalkeeper
16
Midfielder
-
Goalkeeper
18
Midfielder
-
Goalkeeper
21
Midfielder
2
Defender
23
Midfielder
5
Defender
28
Midfielder
13
Defender
34
Midfielder
17
Defender
55
Midfielder
20
Defender
57
Midfielder
25
Defender
7
Striker
35
Defender
9
Striker
76
Defender
11
Striker
77
Defender
19
Striker
4
Midfielder
22
Striker
8
Midfielder
92

Striker

10

Midfielder

-

Striker

12

Midfielder

  • Nama-nama yang saya bold diatas itu adalah pemain-pemain yang punya skill diatas rata-rata di serie A yang harusnya ngga kalah sama Napoli. Termasuk Didac Villa yang tampil oke di Spanyol dan bahkan sekarang nganggur d Milan. Dari pemain-pemain diatas, kalo racikan, Instruksi, dan suntikan moral nya tepat, mereka itu lebih dari cukup untuk buat Milan berada di papa
·         Lawan Malaga dan Genoa, Allegri main pake 3-4-3, tapi ngga banyak perubahan, walaupun Milan bisa ada perlawanan dan mendominasi, tapi monoton, hasilnya sekali menang-sekali kalah

·         Dari kesemua laga, sudah 26 pemain jadi starter(menurut salah satu sumber berita, kalo saya hitung ada 25 ), dan itu menunjukan betapa allegri inkonsisten dan belum merasa ada komposisi yang bikini dia sreg, dan itu aneh karena harusnya itu dilakukan ketika pra musim.. ya dengan segala pengecualian, saya tetep merasa aneh kalo di sesi latihan pun allegri belum punya starting 11 yang bikin dia paling tenang, apalagi masalah CB yang kombinasinya banyak berubah

.. Once they were a “star” , but as the day goes by, they’re just not enough and now one of them is the most selfish player on field (used to be ibra ).. and yes im talking about Noce – Boateng here..


Noce sekarang no 8, Boateng no 10, tapi kalo gini terus mereka mendingan balik ke no 22 dan 27.. Noce sekarang redup banget, entah kenapa.. Boateng malah sekarang lebih aneh lagi!! Dia mungkin merasa “bintang” dan sering bertindak ceroboh dan egois.. seandainya Boateng lebih Membumi, akan lebih banyak goal yang tercipta dari hasil assistnya. Musim lalu mereka bintang Milan, mereka 2 dari 3 pemain yang bikin hattrick, semoga mereka seceptnya on form lagi yah J



..Luckily, behind all of this chaotic and heartbreaking moments, there’s a little hope on our future.. the youth…



Masih dalam rangka SUmpah Pemuda Indonesia saya berani bilang, Yang Muda yang Berjaya!! Dan itu berlaku juga di Milan..  El shaarawy – De Sciglio sekarang bersinar terang benderang !! (lebay dikit), El Shaarawy sampai tgl 28/10/12 pukul 21.00 masih masuk list capocannonieri dengan 6 gol J , dan akan bertambah.. total sudah 7 gol dikemasnya.. belum lagi kalo membahas Maurizio Ganz, Petagna, Valoti, Bryan Cristante, Di Molfetta, Gabriel.. semuanya talenta dan saya yakin mereka akan menjadi masa depan Milan.. dan saya sangat yakin sama Hachim Mastour, dia akan jadi bintang di tangan inzaghi J


Sebagai penutup, Milanista Sejati akan tetap membanggakan Milan dengan segala apa yang dilalui, masa depan AMilan ga menjanjikan.. semoga kelak Milan akan kembali ke perfoma terbaiknya, siapaun pelatihnya, dan hopefully  masalah yang sedang terjadi di Manajemen Milan (kalau memang ada) segera terselesaikan. Saya sendiri tidak membahas tentang manajemen Milan karena tidak tahu menahu dan tidak berani berspekulasi :p

Tetaplah memakai Merah-Hitam, wahai Milanisti :D


"Ibu Asuh" Pemain Muda

Seorang ibunda yang tidak memiliki kualitas ASI yang baik agaknya memiliki kebimbangan terhadap gizi anaknya. Dilemanya adalah: apakah lebih baik diberi susu formula saja yang kualitasnya sering dipertanyakan atau diberi ASI oleh ibu lain? Bimbang pastinya.

Hal ini agak jauh dari pesepakbola karena memang tentunya kebanyakan pesepakbola tidak memiliki sumber ASI yang alamiah (tanpa harus dibayangkan secara nyata). Tapi, ada hal yang analog mengenai sepakbola mengenai pemberian "gizi" sebuah klub bola. 

Klub bola tentunya harus memiliki prasyarat agar tetap berdiri kokoh dan menapaki kompetisi yang ada. Manajemen, stadion, dan sarana latihan adalah segelintir dari hal tersebut. Pemain, tentunya adalah salah satu hal yang paling penting. Namun, agaknya menjadi sebuah permasalahan ketika klub harus memiliki pemain dengan stok yang baik kondisinya namun kesempatan untuk mempertahankannya tidak banyak. Feeder club lah solusinya.

Bagi para pemain Football Manager, sudah tidak asing dengan kata feeder club. Intinya, feeder club adalah klub yang memberikan kesempatan bermain dan berlatih bagi pemain muda klub besar. Pemain muda dikirim ke feeder club bukan hanya untuk mendapatkan pengalaman, melainkan juga keuntungan lainnya.

Contoh saja, Manchester City diperkirakan memiliki 13 feeder club di dunia. Beberapa di antaranya bahkan cukup terkenal, sebut saja Sporting Lisbon, Feyenoord, RCD Espanyol, dan Bury. Salah satu pemain mudanya yaitu Abdisalam Ibrahim sedang dipinjamkan ke klub Stromgodset yang merupakan feeder club mereka. Micah Richards, bek andalan City sekarang, dulunya sempat merumput bersama Oldham Athletic yang memang feeder club mereka. Manchester United pun memiliki sekitar 13 feeder club sedangkan Chelsea diperkirakan hanya memilki 2 feeder club yang salah satunya adalah LA Galaxy.



Feeder club memang membentuk pengalaman bermain dan berlatih yang lebih intensif ketimbang menunggu di bangku cadangan terlalu lama yang bisa membuat bokong terasa kaku. Pemain muda biasanya pun cukup antusias untuk menetap sementara di feeder club karena mereka akan bermain layaknya star player di klub tersebut yang notabene lebih amatir dibanding parents club, sebutan bagi klub yang memiliki feeder club. Keuntungan lain adalah work permit bagi pemain luar eropa. Dengan bermain di liga eropa walau dengan skala kecil, kebanyakan pemain bisa mendapatkan work permit bermain dengan lebih mudah.

Jika menilik dari feeder club ini, sang ibunda setidaknya bisa bernafas lega apabila si buah hati dititipkan sementara untuk diberikan ASI oleh ibu lain karena dengan itu mereka bisa lebih ternutrisi. Asalkan si anak tidak terlalu betah dengan ibu lain tersebut.

26 Oct 2012

Wawancara Kampret: Chelsea - United

Laga Chelsea kontra Manchester United akan dilaksanakan pada hari Minggu ini. Tentunya, banyak orang yang menantikan pertandingan malam ini termasuk mengorbankan janji pergi bersama kekasihnya. Berikut wawancara kampret saya bersama skuat juga pelatih The Blues dan Red Devil untuk pertandingan tersebut:

Chelsea F.C.


Cech: "Gue udah siap banget nih. Dari 8 pertandingan, gue cuma kebobolan 6 gol. De Gea? Dia lebih sibuk mikirin jambulnya daripada gawangnya."

Cahill: "Laga lawan Spurs kemaren ane ngegolin dengan keren. Jadi motivasi nih buat jaga gawang dan kalo bisa ngegolin lagi. Untung Terry cidera, jadi ane jadi pilihan utama walau takut istri diembat dia."

Mata: "Spurs aja yang ngalahin United kemarin gue bantai, masa United ga bisa gue bantai lebih? Dua kali man of the match di laga versus Arsenal dan Spurs membuat ane yakin akan bikin nangis Rio."

Torres: "Jangan pikir ane bakal mandul di Stamford Bridge. Ane udah kantongin 4 gol dan De Gea bakalan cape mungut bola dari gawang dia sendiri. Asal Hazard bantuin ane."

Di Matteo: "Fergie udah agak ketuaan buat pertandingan sehebat ini. Statistik belum terkalahkan di liga harusnya membuat ane nyiapin ambulan siapa tau Fergie jantungan." 


Manchester United


De Gea: "Ya elah lawan Chelsea doang. Torres bakal terkencing-kencing saking susahnya bobol gawang ane. Pikirin aja tuh belah pinggir rambutnya."

Ferdinand: "I've been tackled, I've been fallen, but I always get up again. Itu bukan cuma iklan rokok, tapi motto ane beneran. Ga lagi-lagi jatoh kayak pas lawan Stoke cem Terry aje."

Rooney: "Ane kemaren hat-trick walau satu ke gawang sendiri, jadi motivasi tersendiri. Rambut ane udah bikin ane makin pede buat nyundul bola dan Lampard kalo bisa."

Van Persie: "Coba tanya siapa top skor liga inggris? Gue dan Demba Ba juga sih! 6 gol dari 8 pertandingan. Jangan harep rambut Luiz bisa ngalangin visi bermain gue."

Fergie: "Kepala botak Di Matteo harusnya buat mikir betapa hebatnya United sekarang. 21 gol udah dicetak United dan bakal nambah di Stamford Bridge nanti. Hati-hati, botak!"


Itulah beberapa hasil wawancara kampret saya bersama punggawa skuat dan pelatih masing-masing tim. Gosip atau Fakta? Anda sendiri yang dapat menilai. Mari kita saksikan salah satu laga yang paling diantisipasi musim ini di liga Inggris!




14 Oct 2012

Superman Dari Pinggir Lapangan

Mungkin anda pernah mendengar ungkapan ini: "Pacar yang baik adalah pacar yang bisa menjadi teman, sahabat, inspirasi, dan sekaligus kekasih yang baik.". Ya mungkin tidak sama persis demikian, namun saya cukup yakin anda pernah mendengarnya. Sungguh besar beban yang dimiliki pacar karena memiliki banyak peran di sana, tapi tentunya kita tidak akan membahas ini.

Hal di atas merupakan ilustrasi bahwa mungkin ada situasi di mana seorang pemain profesional harus memiliki peran lain dalam klub yang dibelanya. Jika anda pernah bermain game Football Manager, ada opsi ketika anda akan melatih sebuah klub yaitu opsi bermain sebagai player-manager.

Player-manager dapat dijelaskan secara simpel yaitu pemain yang sekaligus menjadi manajer tim juga. Bisa anda bayangkan betapa pusingnya menjadi pemain bola yang harus berlatih, menjaga kebugaran, sedikit mabuk-mabukan, dan ngebut-ngebutan. Ditambah beban menjadi manager yang harus menyiapkan strategi, formasi tim, dan berpakaian casual seperti Andrea Stramaccioni.

Sejarah mencatat ada beberapa pemain yang pernah menjadi player-manager. Kenny Dalgish adalah salah satunya yang cukup terkenal. Pada tahun 1985, Kenny diangkat menjadi player-manager dan terus terdaftar sebagai pemain hingga tahun 1990. Salah satu alasan Kenny diangkat adalah terjadinya tragedi Heysel Stadium dan kepergian Joe Fagan dari kursi manajer sehingga dewan Liverpool menilai Kenny adalah pilihan yang tepat untuk menggantikan Joe. Kenny telah memberikan dampak besar dengan memberikan "double" pertama Liverpool di tahun pertamanya menjadi player-manager! Saya tentunya tidak habis pikir mengapa Liverpool kini harus meninggalkan beliau.

Chelsea adalah salah satu tim dengan sejarah keberadaan player-manager sebanyak 2 pemain dan tentunya bukan pemain kemain sore pula. Ruud Gullit dan Gianluca Vialli pernah menukangi Chelsea sebagai manajer dan juga sebagai pemain. Gullit berhasil menggondol FA Cup pada tahun 1997, Vialli sukses memberikan UEFA Winners Cup dan League Cup. Gullit digantikan oleh Vialli pada tahun 1998 dan kemudian dipecat tahun 2000.

Yang menarik adalah bagaimana mereka bisa bertranformasi dari satu peran ke peran lain. Anda bisa bayangkan mungkin ketika Chelsea tertinggal, Vialli pun memberikan instruksi dari pinggir lapangan seraya bersiap diri dengan menyiapkan jersey di dalam jaket manajernya. Vialli pun muncul sebagai pemain pengganti. Sungguh heroik apabila bisa membayangkan momen ini. Seheroik Superman yang datang menyelamatkan.


8 Oct 2012

Kehangatan Bangku Cadangan


Bangku cadangan di sini tentunya bukan bangku yang bisa dijadikan pengganti apabila bangku yang lain tidak layak pakai. Namun, cukup sesuai apabila kata "bangku" pada kalimat sebelumnya diganti oleh kata "pemain".

Bagi sebagian besar pemain sepakbola, bangku cadangan adalah momok yang berbahaya. Saya dapat membayangkan bagaimana mereka terbangun dari mimpi mereka dengan ketakutan karena bermimpi duduk di bangku cadangan. Raut-raut wajah mereka pun ketika duduk di bangku cadangan saat pertandingan dimulai pun terlihat kelam dan seperti tanpa masa depan. Terlebih bagi yang sudah langganan duduk di bangku cadangan, banyak pemain nampak tidak nyaman dengan bangku cadangan.

Memori tentang bangku cadangan memang seringkali tidak mengenakkan. Mereka jauh-jauh datang ke klub besar untuk bermain bola, bukan duduk di pinggir lapangan dan menonton pertandingan. Mereka pikir mungkin lebih baik nonton bola saja sendiri di rumah atau di pinggiran jalan sambil memakan kacang kulit. Realita memang keras dan persaingan antar pemain pun ketat di klub-klub papan atas.

Courtesy: examiner.com

Ricardo Izecson dos Santos Leite atau biasa kita sebut Kaka, misalnya. Dia datang dari AC Milan menuju Real Madrid tentunya bukan hanya untuk mengobrol tentang cicilan mobilnya dengan official tim saat pertandingan. Dia merupakan pemain inti dari AC Milan sebelumnya dan harus membiasakan diri duduk di bangku cadangan Real Madrid. 6 musim bersama AC Milan dilakoni selama 270 pertandingan, 4 musim bersama Real Madrid hanya dilakoni selama 96 pertandingan. Wajar memang karena pos yang diisi oleh Kaka dihuni oleh beberapa talenta yang lebih fresh, seperti Ozil atau Di Maria. Real Madrid memang salah satu klub dengan tingkat PHP yang tinggi kepada pemain cadangan untuk bermain sebagai tim inti.

Namun, ada juga yang malah mengecap manisnya duduk di bangku cadangan. Ole Gunnar Solskjaer adalah salah satu talenta pada zamannya. Meski tampangnya seperti bocah balita di iklan susu kental manis, Baby Faced Assasin mampu menorehkan 28 gol dari 150 penampilannya sebagai pemain pengganti. 16 substitutes-goal menjadikannya pemain dengan gol terbanyak di Premier League sebagai pemain cadangan. Ole Gunnar Solskjaer pun terkenal dengan istilah super-sub juga karena mampu mencetak 4 gol sebagai pemain cadangan saat melawan Nottingham Forest pada tahun 1999.

Memang, tak mudah meraih jam terbang sebagai pemain cadangan di klub besar. Bagi sebagian pemain sepakbola, mungkin impiannya adalah ingin merumput bersama Barcelona, Chelsea, atau Dortmund walau sebagai pemain cadangan. Bangku cadangan pun toh masih dibilang nyaman dan bisa sedikit merasakan rasanya duduk di kursi pembalap F1 di sejumlah stadion. Mungkin itulah filosofi dari bangku cadangan. Selalu berpacu.