14 Oct 2012

Superman Dari Pinggir Lapangan

Mungkin anda pernah mendengar ungkapan ini: "Pacar yang baik adalah pacar yang bisa menjadi teman, sahabat, inspirasi, dan sekaligus kekasih yang baik.". Ya mungkin tidak sama persis demikian, namun saya cukup yakin anda pernah mendengarnya. Sungguh besar beban yang dimiliki pacar karena memiliki banyak peran di sana, tapi tentunya kita tidak akan membahas ini.

Hal di atas merupakan ilustrasi bahwa mungkin ada situasi di mana seorang pemain profesional harus memiliki peran lain dalam klub yang dibelanya. Jika anda pernah bermain game Football Manager, ada opsi ketika anda akan melatih sebuah klub yaitu opsi bermain sebagai player-manager.

Player-manager dapat dijelaskan secara simpel yaitu pemain yang sekaligus menjadi manajer tim juga. Bisa anda bayangkan betapa pusingnya menjadi pemain bola yang harus berlatih, menjaga kebugaran, sedikit mabuk-mabukan, dan ngebut-ngebutan. Ditambah beban menjadi manager yang harus menyiapkan strategi, formasi tim, dan berpakaian casual seperti Andrea Stramaccioni.

Sejarah mencatat ada beberapa pemain yang pernah menjadi player-manager. Kenny Dalgish adalah salah satunya yang cukup terkenal. Pada tahun 1985, Kenny diangkat menjadi player-manager dan terus terdaftar sebagai pemain hingga tahun 1990. Salah satu alasan Kenny diangkat adalah terjadinya tragedi Heysel Stadium dan kepergian Joe Fagan dari kursi manajer sehingga dewan Liverpool menilai Kenny adalah pilihan yang tepat untuk menggantikan Joe. Kenny telah memberikan dampak besar dengan memberikan "double" pertama Liverpool di tahun pertamanya menjadi player-manager! Saya tentunya tidak habis pikir mengapa Liverpool kini harus meninggalkan beliau.

Chelsea adalah salah satu tim dengan sejarah keberadaan player-manager sebanyak 2 pemain dan tentunya bukan pemain kemain sore pula. Ruud Gullit dan Gianluca Vialli pernah menukangi Chelsea sebagai manajer dan juga sebagai pemain. Gullit berhasil menggondol FA Cup pada tahun 1997, Vialli sukses memberikan UEFA Winners Cup dan League Cup. Gullit digantikan oleh Vialli pada tahun 1998 dan kemudian dipecat tahun 2000.

Yang menarik adalah bagaimana mereka bisa bertranformasi dari satu peran ke peran lain. Anda bisa bayangkan mungkin ketika Chelsea tertinggal, Vialli pun memberikan instruksi dari pinggir lapangan seraya bersiap diri dengan menyiapkan jersey di dalam jaket manajernya. Vialli pun muncul sebagai pemain pengganti. Sungguh heroik apabila bisa membayangkan momen ini. Seheroik Superman yang datang menyelamatkan.