8 Oct 2012

Kehangatan Bangku Cadangan


Bangku cadangan di sini tentunya bukan bangku yang bisa dijadikan pengganti apabila bangku yang lain tidak layak pakai. Namun, cukup sesuai apabila kata "bangku" pada kalimat sebelumnya diganti oleh kata "pemain".

Bagi sebagian besar pemain sepakbola, bangku cadangan adalah momok yang berbahaya. Saya dapat membayangkan bagaimana mereka terbangun dari mimpi mereka dengan ketakutan karena bermimpi duduk di bangku cadangan. Raut-raut wajah mereka pun ketika duduk di bangku cadangan saat pertandingan dimulai pun terlihat kelam dan seperti tanpa masa depan. Terlebih bagi yang sudah langganan duduk di bangku cadangan, banyak pemain nampak tidak nyaman dengan bangku cadangan.

Memori tentang bangku cadangan memang seringkali tidak mengenakkan. Mereka jauh-jauh datang ke klub besar untuk bermain bola, bukan duduk di pinggir lapangan dan menonton pertandingan. Mereka pikir mungkin lebih baik nonton bola saja sendiri di rumah atau di pinggiran jalan sambil memakan kacang kulit. Realita memang keras dan persaingan antar pemain pun ketat di klub-klub papan atas.

Courtesy: examiner.com

Ricardo Izecson dos Santos Leite atau biasa kita sebut Kaka, misalnya. Dia datang dari AC Milan menuju Real Madrid tentunya bukan hanya untuk mengobrol tentang cicilan mobilnya dengan official tim saat pertandingan. Dia merupakan pemain inti dari AC Milan sebelumnya dan harus membiasakan diri duduk di bangku cadangan Real Madrid. 6 musim bersama AC Milan dilakoni selama 270 pertandingan, 4 musim bersama Real Madrid hanya dilakoni selama 96 pertandingan. Wajar memang karena pos yang diisi oleh Kaka dihuni oleh beberapa talenta yang lebih fresh, seperti Ozil atau Di Maria. Real Madrid memang salah satu klub dengan tingkat PHP yang tinggi kepada pemain cadangan untuk bermain sebagai tim inti.

Namun, ada juga yang malah mengecap manisnya duduk di bangku cadangan. Ole Gunnar Solskjaer adalah salah satu talenta pada zamannya. Meski tampangnya seperti bocah balita di iklan susu kental manis, Baby Faced Assasin mampu menorehkan 28 gol dari 150 penampilannya sebagai pemain pengganti. 16 substitutes-goal menjadikannya pemain dengan gol terbanyak di Premier League sebagai pemain cadangan. Ole Gunnar Solskjaer pun terkenal dengan istilah super-sub juga karena mampu mencetak 4 gol sebagai pemain cadangan saat melawan Nottingham Forest pada tahun 1999.

Memang, tak mudah meraih jam terbang sebagai pemain cadangan di klub besar. Bagi sebagian pemain sepakbola, mungkin impiannya adalah ingin merumput bersama Barcelona, Chelsea, atau Dortmund walau sebagai pemain cadangan. Bangku cadangan pun toh masih dibilang nyaman dan bisa sedikit merasakan rasanya duduk di kursi pembalap F1 di sejumlah stadion. Mungkin itulah filosofi dari bangku cadangan. Selalu berpacu.