Dua pertandingan uji coba beberapa hari lalu bisa kita jadikan bahan evaluasi untuk menyongsong Piala AFF 2012. Timor Leste dan Kamerun, dua tim yang bisa dibilang berbeda kelasnya di atas kertas, dijadikan kelinci percobaan untuk tim Nil Maizar ini. Muncul juga harapan baru yang dibawa dari negeri Eropa berupa 3 pemain naturalisasi, yaitu Tonnie Cussel, Jhonny van Beukering, dan Raphael Maitimo. Maitimo masih terkendala masalah administrasi sehingga urung bermain saat uji coba kemarin. Mereka bertiga pun malah terlihat unyu dengan berbagi foto keakraban di social media.
Di pertandingan melawan Timor Leste, Indonesia terlihat masih mencari pola permainan mereka. Beberapa pemain sebenarnya menunjukkan permainan yang cukup baik, seperti Irfan Bachdim. Nampaknya Bachdim mulai sadar jika dia terlalu banyak menjadi model iklan, dia akan meredup permainannya sehingga dia mulai jarang muncul di layar kaca dan kemudian bermain cukup apik sebagai second striker di belakang BP. Bachdim bahkan sering track-back yang malah lebih tepat disebut ball winning striker atau striker pengangkut air. Winger saat itu, Okto dan Ellie, masih belum maksimal dalam memberikan kontribusi dalam tim. Pos belakang pun masih sering tercecer sehingga mudah digempur serangan lawan. Tonnie Cussel yang harusnya bermain sebagai ball winning midfielder masih belum padu sehingga beberapa long pass masih gagal. Namun, van Beukering bisa menyumbang assist kepada BP sehingga Indonesia menang tipis 1-0 dari Timor Leste walau badannya saja seperti habis memenangkan voucher gratis makan di McD selama sebulan.Melawan Kamerun, formasi yang diterapkan berbeda saat melawan Timor Leste. van Beukering menjadi starter sebagai post-play striker, Okto dan Andik menjadi winger, dan Bachdim masih konsisten sebagai second striker dengan track back yang baik. Masih sulit rasanya mengatakan winger kita bermain dengan baik karena masih banyak peluang yang terbuang. Pos tengah rasanya lebih aman setelah Taufik hadir dan Cussel mulai membaik performanya walau masih sering kehilangan bola. BP dan Ellie yang masuk pada babak kedua tidak memberi pengaruh signifikan pada permainan secara umum. Lini belakang pun sering kecolongan offside, beruntung bola masih enggan bersarang di gawang kita. Namun, yang paling menyelamatkan Indonesia dari kekalahan adalah performa duo kiper, Endra dan Wahyu, yang berhasil menahan gempuran Kamerun sehingga pertandingan berakhir seri tanpa gol.
Pekerjaan rumah terberat Nil Maizar adalah mulai menentukan formasi dan komposisi yang tepat untuk Piala AFF 2012. Praktis hanya Okto, Bachdim, dan Bambang, yang pernah mencicipi aroma persaingan di Piala AFF 2010 sehingga sebagian besar tim masih bisa dibilang minim jam terbang. Jumlah pemain yang dibawa pun terbatas karena alasan ini-itu yang untuk menjelaskannya perlu satu rim kertas folio bergaris. Pemain naturalisasi pun tidak bisa selalu menjadi kartu as kita karena mereka pun masih mencoba mencari ritme permainan dan ritme lagu kebangsaan kita pula. Kita tinggal berharap Indonesia menunjukkan yang terbaik di Piala AFF 2012 kali ini. Ayo Garuda!