Sejak musim 2011/2012 kemarin, Sepakbola Eropa sedang mengalami sebuah transisi besar-besaran. Mungkin sebagian dari kita sadar bahwa Expenditure ( pengeluaran ) dari klub-klub Sepakbola Eropa semacam Manchester City dan PSG sangatlah Keterlaluan berlebihan. Sebenernya masih banyak klub yang masuk kategori “ Royal “ tidak hanya dalam berbelanja, tapi juga dalam penggajian pemain. Sebut aja, Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Manchester United, dan baru-baru ini ZENIT St. Petersburg!!!
Klub diatas masuk kategori klub-klub kaya yang biasanya royal dalam berbelanja pemain. Selain Barcelona, Madrid, dan MU yang kekayaannya bukan hanya berasal dari sang pemilik, melainkan berasal dari kesepakatan sponsor, penjualan merchandise, dan hak siar televisi, sisa dari klub diatas murni “kaya” karena pemiliknya. Manchester City terus menerus memecahkan rekor transfer 10 besar eropa.,PSG belanjanya kaya orang KALAP, Chelsea terkenal getol mendatangkan pemain dari berbagai klub dengan harga mahal sejak musin 2003/2004, Zenit yang dimiliki Gazprom ( Oil n Gas Company dari Rusia) baru saja membeli Hulk dan Witsel dengan estimasi total harga keduanya mencapai €90 M.
Siapa yang ngga panik kalo liat mereka? Dengan sutikan dana yang bisa mencapai €200m - €250m semusim ( termasuk biaya pengelolaan klub ) dari pemiliknya, mereka dalam setahun bisa datengin minimal 2 pemain berkualitas yang seringnya adalah asli pemain klub papan tengah. Bisa ditebak, klub papan tengah itu pun akhirnya terjun bebas di musim selanjutnya. Untuk itu, Michel Platini melalui UEFA membuat suatu peraturan yang untuk selanjutnya kan sering disebut dengan FINANCIAL FAIR PLAY
Financial Fair Play, atau biasa disebut FFP merupakan suatu terobosan baru dari Michel Platini selaku Presiden UEFA untuk meminimalisir hutang yang dimiliki setiap klub anggota UEFA. FFP ini diklaim platini, yang merupakan legenda sepakbola perancis, mendapatkan dukungan dari semua asosiasi sepakbola yang terdaftar pada UEFA. FFP sudah dilaksanakan semenjak musim 2011/2012 lalu, dan sedang dalam tahun kedua tahap “Pemanasan” sebelum peraturan yang ada akan benar-benar ditegakkan. Setiap klub diwajibkan untuk mencapai Break Even (bahasa nyelenehnya adalah “Balik Modal” ) dalam waktu 3 tahun semenjak FFP resmi diberlakukan ( 1 juli 2011 ). Masa “pemanasan” ini akan berakhir pada 1 juli 2014, dan selanjutnya aka nada “hukuman” berupa larangan tampil di kompetisi eropa bila pada akhirnya.
Sistem dari 2011-2014 dan 2014-2017, seperti yang dikutip dari Goal.Com indonesia adalah seperti ini
“Sebagai kompromi awal, klub-klub yang mengalami total kerugian kerugian £39,5 juta dalam tiga tahun berikut masih akan diperbolehkan berlaga.
Kompromi lainnya, klub diperbolehkan mendapatkan subsidi dari pemilik dalam bentuk investasi permanen dengan imbalan saham, bukan dipinjamkan seperti yang dilakukan Roman Abramovich saat kali pertama mengambil alih Chelsea. Jika pemilik tidak mampu menutupi utang, kerugian maksimal yang dapat ditolerir adalah £4,4 juta.
Mulai 2014 sampai 2017, total kerugian yang ditolerir akan turun sampai £26,3 juta. UEFA akan mengatasi ketat setiap klub dalam tiga tahun ini, karena setelah itu diharapkan setiap klub belajar menyeimbangkan neracanya dan mencapai break even”
Tujuan Utama Michel Platini dari diterapkannya FFP ini adalah membuat kompetisi eropa yang “sehat” bagi 660 klub papan atas eropa dari 53 negara yang akan bermain di Kompetisi Eropa seperti Liga Champions dan Europa League.
Peraturan ini secara ngga langsung bakal membuat klub-klub eropa sedikit lebih berfikir untuk berbelanja. Kedepannya, peribahasa “Besar Pasak daripada Tiang” bisa saja benar-benar tidak akan terdengar lagi di kancah eropa. Kalo saja kebijakan ini benar-benar diterapkan pada 2014-2017 nanti, apa efek yang terlihat? Saya berani jamin kalo Ronaldo akan selamanya menjadi pemain termahal dunia hingga nanti mungkin saja ada sebuah klub yang memenangi treble (atau Quadrupel) secara 3 tahun beruntun sehingga harga saham klub tersebut naik, popularitas naik, dan Revenue nya menjadi sangat besar.
6 poin yang perlu dicermati dari FFP ini adalah:
1. Tiga Tahun untuk “ Break Even” ( semenjak 2011)
2. Kerugian maksimum klub adalah £39,5m sampai tahun 2014
3. Dari 2014-2017 , kerugian maksimum klub adalah £26.3m
4. Pemilik klub tidak dapat melakukan Bail Out dengan kekayaan pribadinya
5. Klub yang melanggar tidak akan diizinkan berlaga di kompetisi eropa terhitung sejak musim 2014/2015
6. Ada komite Pengotrol Keadaan Finansial Klub yang akan terus memantau Neraca Keuangan Klub
Pada artikel selanjutnya, saya akan secara awam ngebahas dampak dari FFP ini, mulai dari pengembangan youth Sector sampai Belanja segila-gilanya ala PSG.
Wait for it!!