23 Sept 2012

Dilema Italia, Ketika "Catenaccio" mulai dilupakan



Pecinta Bola sejati, baik penggemar Serie A, BPL, atau pun La Liga, pasti pernah mendengar kata "Catenaccio". Pola permainan khas dari Negeri Pizza yang pada masa jayanya diadopsi oleh hampir seluruh klub di Italy dan di takuti di eropa.






Defense! Defense! Defense!






ya, Catenaccio adalah pola permainan yang lebih menjurus kearah defense. pola ini sangat dekat dengan klub yang berasal dari Italy. Tujuan dari diterapkannya pola ini dilapangan hanya ada 2, yaitu Mementahkan Serangan Lawan dan Menjaga agar gawang tidak kebobolan. Pola permainan yang dianggap tidak menarik ini sungguh menakutkan bagi tim dari luar Italy, karena kekokohan barisan belakang. "Catenaccio" sempat menjadi trend seiring dengan populernya sepakbola italy pada tahun 80 Akhir, Dekade 90an, dan 2000 awal.






Tapi lihat sekarang,gaung dari " Catenaccio" hampir tidak terdengar. para pecandu bola lebih menggaungkan TikiTaka khas Barcelona. bahkan banyak orang lebih mengenal Total Football khas belanda daripada " Catenaccio". wajar saja hal itu terjadi, 2 tahun belakangan, Sepakbola Italy mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam hal permainan maupun daya tarik. sehingga semakin sedikit orang yang memperhatikan liga italy.






Ibarat kapal, Badai tak kunjung pergi dari persepakbolaan italy, mulai dari badai Moggiopoli dilanjut ke krisis keuangan. walaupun Matahari sesekali terbit ( Milan dan Inter menjuarai Liga Champion diantara masa tsb) namun secara keseluruhan persepakbolaan Italy mengalami Penurunann kualitasnya. puncaknya adalah tahun 2012 ini, Eksodus Bintang besar-besaran ( Thiago Silva, Ibrahimovic (milan) , Pastore (palermo/musim lalu), Lavezzi ( Napoli) , Veratti ( Pescara) ) membuat sepakbola italy makin dianggap membosankan. belum lagi Legenda italy yang "terpaksa" meninggalkan Italy, seperti Del piero, Gattuso, Nesta. dan pemain yang pensiun seperti Inzaghi dan Zambrotta. hal tersebut makin memperburuk keadaan sepak bola italy dan memperkokoh ketidak-menarikkan liga italy. diperparah dengan fakta jika musim 2012 ini, hanya 2 wakil italia yang berlaga di fase grup Liga Champions.






Saya seorang milanisti, membenci inter, menghormati juve, pecinta italy.. dan dengan berat hati harus mengatakan, LIGA INGGRIS dan LIGA SPANYOL lebih MENARIK dari LIGA ITALY






saya pribadi sedih, pola permainan paling efektif sedunia, " Catenaccio" sebagai trademark persepakbolaan italia , kalah populer ketimbang "TikiTaka" atau "KicknRush".






tapi disini saya lebih suka membahas penyebab kenapa persepakbolaan italy mengalami kemunduran. hipotesis dari saya mengerucut pada beberapa hal, yaitu:










1.Seperti banyak orang bilang sebelumnya, permasalahan utama adalah FINANSIAL. secara simpel, Klub-klub italy nyaris tidak mampu untuk membayar gaji tinggi untuk pemain bintang. itu karena pemerintah mengenakan pajak yang tinggi pada gaji pemain. otomatis pemain yang merasa usahanya layak untuk diganjar dengan gaji tinggi lebih senang hengkang dari italy. krisis moneter yang diderita italy makin memperparah keadaan dan mempersulit klub-klub untuk belanja






2. Dukungan pemerintah lokal masih terkesan "minim". bila dilihat dari stadionnya, kecuali Kandang Juve yang baru, semua stadion di italy sistemnya adalah Sewa ke pemerintah kota setempat. sehingga uang hasil penjualan tiket tidak bisa dioptimalkan oleh klub. hal itu sebenernya masih berhubungan dengan Finansial, karena pada dasarnya, Italy sendiri ( termasuk persepakbolannya) sedang dirundung krisis finansial yang memang sedang mendera ekonomi di eropa.






3. Tim Marketing Serie A masih kalah dibanding La Liga, Terutama BPL yang menurut saya memiliki strategi marketing yang terbaik diantara semua liga sepakbola yang ada. Bandingkan saja dari Jadwal pertandingan. BPL memiliki jadwal yang sangat bervariasi sehingga dalam seminggu, pecinta sepakbola sejati di regional Asia saja masih bisa menonton setidaknya 6-7 pertandingan BPL secara live dalam sepekan. sementara Serie A paling banyak 3-4 pertandingan sepekan.






4. Distribusi kekuatan pada BPL bisa dibilang lebih merata dibanding Serie A (soal distribusi kekuatan, tentu saja kita bisa mengeliminasi La Liga karena sejatinya La Liga cuma diisi Madrid dan Barca. ). apakah hal itu berpengaruh ke kualitas Serie A? tentu saja!!.. ditambah lagi dengan gaya bermain di BPL yang cenderung lebih offensif, fluktuatif, dan menghibur membuat sepakbola italy menjadi sangat-sangatlah monoton. hal tersebut berpengaruh langsung pada Kualitas Pertandingan yang digelar.






Hasil pertandingan memang bisa bermacam-macam, namun JALANNYA pertandingan cenderung bisa diprediksi, sepakat?...






nah pada BPL Hasil pertandingan dan Jalannya pertandingan cenderung tidak bisa diprediksi secara akurat. jalannya pertandingan pada Serie A mudah sekali ditebak. mind set tim yang tidak diunggulkan adalah bertahan, otomatis tim yang dianggap pebih kuat akan menyerang. jalannya pertandingan 90% akan seperti itu dan biasanya tim unggulan akan kejebolan dari counter attack karena mereka terlalu fokus menyerang. ironis? sangat!!.. siapa sih yang mau ngikutin liga yang kaya begitu? yaa paling tifosi-tifosi sejatinya aja yang masih bertahan.






5. Terlalu banyak skandal pada Sepakbola Italy. ada banyak kasus mengenai Suap-Menyuap Wasit, dan Ratusan Kasus perjudian yang Menjerat Para Pemain dan Pelatih sepakbola.skandal yang terakhir umum terdengar tentu saja skandal yang melibatkan Allenatore Juventus, Antonio Conte yang terkena sanksi tidak boleh mendampingi juve selama 10 bulan karena tersangkut kasus perjudian.


Skandal itu dekat dengan kecurangan. kecurangan itu anonim dari sportifitas. sehingga membuat orang meragukan kualitas dari Serie A.. saya rasa semua udah tau tarikan pembicaraan saya kemana :)










Tapi!!! dari semua hal jelek yang kita bahas diatas, ada beberapa hal positif yang bisa kita bahas, diantaranya:


1. Perkembangan Sektor youth italy yang sangat pesat!!.. tim U-21 Italy berani diadu sama tim U-21 manapun!!.. segelintir nama yang sekarang udah jadi pembicaraan, El Shaarawy, Insigne, Immobile, Veratti, Mattia Perin, De Sciglio, Giovinco, dan lain lain... berhubung klub ngga bisa beli, jadi sistem youth di optimalkan dan hasilnya tahun ini banyak pemain muda italy yang mencuat ke permukaan dan mencuri perhatian.






sebenernya buat sekarang, saya rasa itu aja.. hal positif lainnya ya bangkitnya Juventus :).. Saya milanisti, tapi saya ikut senang kalo Juventus kembali ke performa puncak.. semoga pada akhirnya, Milan-Juve yang akan bersaing memperebutkan scudetto, seperti musim lalu..






tentunya, saya ingin "Catenaccio" mendapat pengakuan lagi, sebagai gaya bermain papan atas yang tidak semua Klub bisa menerapkan.. Kita lihat saja nanti :)






FORZA CALCIO!!