Jendela transfer pemain biasanya berawal pada sekitar bulan Juli atau Agustus. Sejak saat itu, berbagai klub melakukan PDKT terhadap pemain yang diincarnya. Seperti halnya pada pacaran, beberapa klub memberikan perhatian lebih terhadap pemain incaran, memberi janji-janji indah, dan tentunya memberi penawaran, "Maukah kau menjadi milikku?". Beberapa pendekatan itu berujung manis, namun tak sedikit yang berakhir tragis dengan penolakkan atau pembelotan terhadap klub lain. Para pemain pun bisa "putus" secara sepihak dengan klub yang didiaminya sekarang karena berbagai macam hal.
Clint Dempsey, misalnya, digosipkan melakukan #kode yang begitu luar biasa kepada Liverpool di awal-awal jendela transfer musim lalu. Ujarnya, dia ingin berprestasi lebih di Liverpool walau saya pribadi agak aneh. Namun, Fulham nampaknya masih berhasrat memilikinya dan mencoba menjauhkan dari rayuan gombal klub lain. Akhirnya, Clint "ngambek" dan enggan berlatih selama beberapa pekan. Ya, itu pun #kode kepada Fulham yang keras kepala agar segera melepasnya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Clint dilepas ke Tottenham yang tidak terlihat di radai pengintaian sebelumnya.
Memang menyaksikan drama jendela transfer seperti melihat FTV yang endingnya sedikit twisting. "Akting" dari beberapa pemain dan punggawa EPL tentunya masih yang terlihat mumpuni dibanding liga lain. Kemarin, jendela transfer beberapa bagian Eropa pun ditutup. Harapan-harapan baru pun ditutup, selayaknya jendela di malam hari. Tentunya, beberapa klub pun tidak mau "masuk angin" karena terlalu banyak menerima "angin" dari luar sehingga keuangan jebol. Beberapa newcomers telihat masih kikuk dengan klub yang baru dibelanya, beberapa lainnya muncul bak Superman menjemput Lois Lane dari bahaya. Kita tunggu saja bagaimana drama jendela transfer ini berpengaruh besar terhadap klub-klub.